Haviz Kurniawan

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

STEM On Mathematics Dengan Alat Peraga "Pa KODIR KE JAWA"

ABSTRAK

PENGGUNAAN MEDIA PA KODIR KE JAWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS STEM DI SDN 053 CISITU

Pembelajaran yang berhasil dan berdaya guna juga ditandai dengan tingginya kegiatan dan partisipasi siswa dalam lingkungan belajar. Partisipasi siswa yang tinggi dalam belajar dapat dicapai dengan penggunaan metode pembelajaran yang tepat dan efektif yakni metode yang dapat menumbuhkembangkan dan meningkatkan aktivitas dan kreativitas belajar siswa secara signifikan. Hal ini didasari oleh asumsi, bahwa ketepatan guru dalam memilih model dan metode pembelajaran akan berpengaruh terhadap keberhasilan belajar, karena model dan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru akan berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran yang dilakukannya. Seorang guru harus bisa mengakomodir keinginan belajar siswa dengan berbagai karakteristik unik tersebut. Maka kondisi inilah yang membuat guru dituntut kreatif dalam mengembangkan kemampuan siswa baik sisi akademik ataupun pendidikan karakter. Penggunaan alat peraga yang kurang optimal dilakukan oleh guru akan berdampak dalam proses pembelajaran, hal ini terlihat dari kurang bersemangatnya peserta didik, pembelajaran cenderung membosankan dan jenuh, aktivitas pasif, konsep yang dikuasai hanya konsep yang bersifat pemahaman dan pengetahuan, itupun kurang bertahan lama atau mudah lupa. Dalam hal ini guru harus berupaya bagaimana memberikan pengalaman belajar yang baik kepada peserta didik. Media pembelajaran atau alat peraga yang bagaimana yang dapat memberikan kesan baik bagi peserta didik, serta bagaimana teknik penggunaan media pembelajaran atau alat peraga, agar mampu membangkitkan motivasi peserta didik dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut pendidikan dengan pendekatan STEM bisa menjadi kunci bagi menciptakan generasi penerus bangsa yang mampu bersaing di kancah global. Penulis membuat media pembelajaran PA KODIR KE JAWA (PApan KOorDinat KEcepatan JArak WAktu) dalam pembelajaran berbasis STEM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar antara pembelajaran sebelum dan sesudah penggunaan media pembelajaran PA KODIR KE JAWA dalam pembelajaran berbasis STEM, serta tingkat motivasi siswa dalam proses pembelajaran yang terjadi di kelas.

Kata Kunci : STEM, PA KODIR, KE JAWA dan Hasil belajar

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

    Dalam tataran praktis, ditemukan beberapa fakta yang menunjukkan bahwa pembelajaran matematika banyak mengalami kelemahan dalam pelaksanaannya. Khususnya yang terdapat di SDN 053 Cisitu, yaitu (1) pembelajaran matematika di sekolah dasar cenderung lebih bersifat teoretis dan terkesan terpisah dari kehidupan nyata peserta didik dengan menitikberatkan pada bagaimana menghabiskan materi pelajaran dari buku teks, (2) Guru lebih mendominasi peserta didik (teacher centered) sehingga kebutuhan belajar peserta didik tidak terlayani, dominasi guru dalam proses pembelajaran menyebabkan kecenderungan peserta didik lebih bersifat pasif sehingga mereka lebih banyak menunggu sajian guru dari pada mencari dan menemukan sendiri pengetahuan, keterampilan atau sikap yang mereka butuhkan, (3) metode pembelajaran yang digunakan guru masih bersifat konvensional yang lebih menekankan pada lingkungan belajar individual dan kompetisi sehingga tidak menumbuhkan nilai-nilai sosial kemasyarakatan (4) belum melibatkan peserta didik dan seluruh komunitas sekolah dalam berbagai aktivitas kelas sehingga tidak tampak keterampilan sosial (5) Peserta didik hanya menerima pengetahuan yang disampaikan guru dan peserta didik tidak aktif untuk membangun sendiri pengetahuan mereka yang berdampak pada rendahnya penguasaan konsep matematika yang dicapai peserta didik.

    Hal tersebut ditandai dengan peserta didik kurang memiliki kemampuan untuk merumuskan gagasan sendiri; peserta didik kurang memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat kepada orang lain; peserta didik belum terbiasa bersaing menyampaikan pendapat dengan teman yang lain.

    Tujuan pendidikan matematika dapat dicapai oleh suatu proses pembelajaran yang berkualitas yakni pembelajaran yang dapat memberikan pengembangan dan peningkatan terhadap peserta didik mengenai penguasaan konsep, fenomena, serta problematika yang dihadapi serta dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi diri peserta didik sehingga tujuan-tujuan tersebut dapat teraktualisasi dalam kehidupan sehari-hari, dan pada akhirnya mereka bisa secara aktif membangun dan menginterpretasikan segala sesuatu dengan baik yang akan bermanfaat bagi kehidupan mereka sekarang dan yang akan datang.

    Berdasarkan permasalahan di atas, penulis tertarik untuk memodifikasi strategi pembelajaran, dari yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa sehingga menjadi lebih aktif, dengan cara menggunakan media pembelajaran matematika berupa media pembelajaran PA KODIR KE JAWA pada materi satuan kecepatan kelas VI SDN 053 Cisitu dengan harapan aktivitas dan hasil belajar siswa akan meningkat sehingga berdampak pula terhadap hasil belajar siswa dengan tercapainya nilai yang maksimal dan memuaskan.

  2. Tujuan

    Secara umum tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran Matematika melalui penerapan pembelajaran berbasis STEM dengan media PA KODIR KE JAWA.

    Namun secara khusus penelitian ini bertujuan untuk :

  1. Mengkaji secara kompherensif motivasi belajar peserta didik dengan penggunaan media PA KODIR KE JAWA pada pembelajaran berbasis STEM.

  2. Mengkaji secara kompherensif perbedaan hasil belajar peserta didik dengan media PA KODIR KE JAWA pada pembelajaran berbasis STEM sebelum dan sesudah pembelajaran di kelas VI SDN 053 Cisitu Kota Bandung.

  1. Manfaat

    Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah yang lebih obyektif mengenai pengaruh peningkatan hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran matematika melalui pembelajaran berbasis STEM.

    Secara rinci, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat diantaranya.

  1. Bagi Peserta didik

  1. Memberikan latihan pada peserta didik untuk menyelesaikan sebuah masalah sehari-hari dengan pembelajaran bermakna (meaningful learning) agar tidak mudah terlupakan, sehingga dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat meningkatkan berkomunikasi peserta didik pada mata pelajaran matematika.

  2. Memberikan pengalaman secara langsung bagi peserta didik sehingga peserta didik mempunyai kesan dalam belajarnya.

  3. Meningkatkan hasil belajar peserta didik.

  1. Bagi Guru

  1. Memberikan sumbangan pemikiran tentang pentingnya implementasi pembelajaran berbasis STEM yang menuntut pergeseran metode penilaian, dari penilaian konvensional bertumpu pada ujian ke arah penilaian autentik yang menekankan penilaian kinerja dan produk sehingga diminati peserta didik yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

  2. Sebagai bahan masukan dalam memilih pola pendekatan dan metode pembelajaran matematika yang sesuai dengan karakteristik peserta didik serta kondisi lingkungan belajar.

  3. Dengan hasil penelitian ini diharapkan SD Negeri di Kota Bandung dapat lebih meningkatkan pembelajaran khususnya Mata Pelajaran IPA dan matematika yang lebih baik dan perlu diterapkan pada pembelajaran mata pelajaran lain. Selain itu sebagai bahan masukan dan kajian bagi guru dalam meningkatkan mutu pendidikan di kelasnya.

  1. Bagi Sekolah

    Hasil penelitian ini diharapkan menjadi input bagi sekolah dan melaksanakan pembinaan dan pengembangan para guru untuk meningkatkan efektivitas dan kreatifitas pembelajaran di dalam kelas.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

  1. Pendidikan Matematika di Sekolah Dasar

    Arti kata matematika dalam bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Inggris Mathematic berawal dari kata latin ( Yunani ) yaitu Mathematike, kata ini berkaitan erat dengan Mathenein yang berarti penalaran rasio. Matematika tidak menerima kebenaran dari fakta, realita, contoh, atau gambar yang sifatnya kasus. Matematika hanya menerima kebenaran yang berlaku umum berdasarkan bukti matematis.

    Beberapa pengertian matematika menurut Erman S ( 2000:3 ) diantaranya sebagai berikut :

  1. Matematika adalah masa dewasa dari logika

  2. Matematika sebagai ratu ilmu dan sekaligus pelayannya

  3. Matematika sebagai bahasa simbol

  4. Matematika sebagai bahasa numerik

  5. Matematika sebagai ilmu terstruktur

  6. Matematika sebagai ilmu deduktif formal

Pengajaran Matematika secara umum dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu :

  1. Pengajaran Matematika Tradisional

ciri-ciri pengajaran matematika tradisional sebagai berikut :

  1. Guru dianggap gudang ilmu, guru bertindak otoriter, guru mendominasi kelas.

  2. Guru memberikan ilmu, langsung membuktikan dalil-dalil, memberikan contoh-contoh soal.

  3. Murid bertindak pasif, meniru pola-pola yang diberikan guru

  4. Murid yang dapat meniru cara-cara yang diberikan guru dianggap belajaranya berhasil.

  5. Murid kurang diberi kesempatan untuk berinisiatif, mencari jawaban sendiri, merumuskan dalil-dalil.

Adapun kelemahan-kelemahan dari pengajaran matematika tradisional dalam proses belajar menyatakan kelemahan-kelemahan pengajaran matematika tradisional sebagai berikut :

  1. Keterampilan berhitung dan proses menghapal yang sifatnya mekanis lebih diutamakan tanpa usaha mendalami pengertiannya.

  2. Pengajaran matematika tradisional kurang memberi rangsangan kepada siswa untuk bermotivasi dan memicu keingintahuan pada diri mereka.

  3. Materi dalam berhitung lama tidak berkesinambungan

  4. Topik yang diberikan kurang ada hubungan dengan kehidupan sehari-hari

  5. Berhitung lama kurang memperhatikan ketepatan bahasa.

  1. Pengajaran Matematika Modern

    Dalam pengajaran matematika modern, guru merupakan fasilitator dan peserta didik diberikan kebebasan untuk mengemukakan seluruh idenya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, selain itu peserta didik diarahkan untuk belajar menemukan jawaban-jawaban persoalan matematika.

    Tujuan pengajaran matematika modern adalah agar anak-anak dapat belajar, berpasitifasi aktif dan kreatif oleh karena itu, anak-anak agar diberi kesempatan berpikir bebas, anak-anak agar diberi kesempatan mencari aturan-aturan, pola-pola dan relasi-relasi yang merupakan bagian-bagian yang penting dan pokok dalam matematika, agar anak-anak dapat memperoleh latihan-latihan keterampilan yang diperlukan “.

    Jadi pengajaran modern dapat membuat peserta didik lebih berpikir luas sehingga dapat membuat peserta didik lebih aktif dan kreatif karena mereka diberikan kesempatan untuk mengeluarkan ide-idenya dalam memahami pembelajaran matematika sehingga dapat mengerjakan soal-soal matematika dengan benar dan tepat.

  1. Pengertian STEM

STEM adalah akronim dari science, technology, engineering, dan mathematics. Kata STEM diluncurkan oleh National Science Foundation AS pada tahun 1990-an sebagai sebagai tema gerakan reformasi pendidikan dalam keempat bidang disiplin tersebut untuk menumbuhkan angkatan kerja bidang-bidang STEM, serta mengembangkan warga negara yang melek STEM, serta meningkatkan daya saing global AS dalam inovasi iptek (Hanover Research, 2011). Gerakan reformasi pendidikan STEM ini didorong oleh laporan-laporan studi yang menunjukkan terjadi kekurangan kandidat untuk mengisi lapangan kerja dalam bidang-bidang STEM, tingkat iliterasi yang signifikan dalam masyarakat tentang isu-isu terkait STEM, serta posisi capaian peserta didik sekolah menengah AS dalam TIMSS dan PISA (Roberts, 2012).

Berdasarkan rangkaian katanya STEM dapat diartikan Science: merupakan bagian dari ilmu pengetahuan yang mempelajari alam semesta, fakta-fakta, fenomena serta keteraturan yang ada di dalamnya. Technology: merupakan inovasi, perubahan, modifikasi dari lingkungan alam untuk memeberi kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan manusia (Standards For Technology Literacy, 2000). Sedangkan menurut National Research Council (1996) tujuan teknologi adalah membuat modifikasi pada dunia untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dalam pemaknaan yang lebih luas, teknologi mempu meningkatkan kemampuan manusia untuk merubah dunia, memotong, membentuk, menyatukan material-material, memindahkan sesuatu dari satu tempat ke tempat lain, untuk menggapai sesuatu yang lebih hebat dengan menggunakan tangan, suara dan perasaan kita (AAAS, 1993). Engineering merupakan sebuah profesi dimana pengetahuan sains dan matematika diperoleh melalui studi, eksperimen, dan praktek yang diaplikasikan dengan mempertimbangkan pengembangan cara.

Menurut Suwarma (2015) tujuan dari pendidikan STEM adalah untuk mempelajari penerapan konsep utama dan menerapkan disiplin ilmu STEM untuk berbaga situasi yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya, STEM literasi yang mengharuskan seseorang untuk memiliki: (1) Pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mengidentifikasi pertanyaan dan permasalahan dalam berbagai situasi kehidupan, menjelaskan natural dan designed world, dan menggambarkan keuntungan-berdasarkan kesimpulan-kesimpulan tentang isu-isu yang berhubungan dengan STEM. (2) Memahami karakteristik dari disiplin ilmu STEM sebagai bentuk dari pengetahuan manusia, inkuiri, dan desain. Menyadari bagaimana disiplin STEM dapat membentuk bahan-bahan (material) kita, intelektual, dan lingkungan budaya, dan (3) Kesediaan untuk menggunakan isu-isu yang berhubungan dengan STEM dan ide-ide STEM sebagai sebuah contructive (membangun), concerned (perhatian), dan cerminan masyarakat. Tujuan lain: menghasilkan peserta didik yang kelak pada saat mereka akan terjun di masyarakat, mereka mampu mengembangkan kompetensi yang telah dimilikinya untuk mengaplikasikannya pada berbagai situasi dan permasalahan yang mereka hadapi di kehidupan seharihari.

Salah satu karakteristik Pendidikan STEM adalah mengintegrasikan sains, teknonogi, enjiniring, dan matematika dalam memecahkan masalah nyata. Namun demikian, terdapat beragam cara digunakan dalam praktik untuk mengintegrasikan disiplin-disiplin STEM, dan pola dan derajad keterpaduannya bergantung pada banyak faktor (Roberts, 2012). Jika mata pelajaran sains, teknologi, enjiniring, dan matematika diajarkan sebagai empat mata pelajaran yang terpisah satu sama lain dan tidak terintegrasi (disebut sebagai “silo”), keadaan ini lebih tepat digambarkan sebagai S-T-E-M daripada STEM. Cara kedua adalah mengajarkan masing-masing disiplin STEM dengan lebih berfokus pada satu atau dua dari disiplin-disiplin STEM. Cara ketiga adalah mengintegrasikan satu ke dalam tiga disiplin STEM, misalnya konten enjiniring diintegrasikan ke dalam mata pelajaran sains, teknologi, dan matematika. Cara yang lebih komprehensif adalah melebur keempat-empat disiplin STEM dan mengajarkannya sebagai mata pelajaran terintegrasi, misalnya konten teknologi, enjiniring dan matematika dalam sains, sehingga guru sains mengintegrasikan T, E, dan M ke dalam S.

Adapun langkah-langkah pembelajaran sains berbasis STEM adalah sebagai berikut.

  1. Mengidentifikasi masalah

    Identifikasi masalah adalah suatu tahapan proses merumuskan masalah untuk mengenali masalah yang ingin diselesaikan. Salah salah satu cara untuk memudahkan seseorang mengungkapkan atau menyatakan identifikasi masalah dengan baik adalah dengan mengetahui secara jelas masalah yang dihadapi. Ada beberapa cara identifikasi masalah yaitu dengan mengetahui jenis masalah yang dihadapi. Jenis-jenis masalah yang biasanya kita temui tersebut bisa disebabkan oleh manusia sendiri, masalah yang disebabkan oleh cara, teknik atau struktur kerja yang kurang baik maupun masalah yang disebabkan oleh fenomena yang terjadi. Adapun supaya masalah kegiatan yang kita pilih benar-benar tepat, kita dapat mengetahuinya dengan mengenali beberapa karakteristik atau ciri-ciri yang biasanya menunjukan bahwa sesuatu hal itu termasuk sebuah masalah yaitu misalnya bersifat menarik, sesuatu hal yang baru, dan merupakan sesuatu hal yang penting.

  2. Bertukar pikiran

    Diskusi pada umumnya bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang suatu masalah atau untuk memecahkan suatu masalah secara bersama-sama.

    Adapun cara bertukar pikiran yang baik adalah sebagai berikut.

  1. Melaksanakan diskusi dengan membahas permasalahan yang dihadapi.

  2. Membicarakan penyebab terjadinya masalah

  3. Membicarakan kemungkinan-keungkinan pemecahannya

  4. Mempertimbangkan baik buruknya setiap pemecahan yang akan diputuskan

  5. Memilih pemecahan yan terbaik dari yang baik dan menguntungkan.

  6. Memutuskan dengan hasil yang telah disepakati

  7. Menutup diskusi dengan baik tanpa meninggalkan kesan yang melukai perasaan.

  1. Desain

    Langkah mengdesain ini meliputi :

  • Dari ide yang muncul saat bertukar pikiran dengan teman kelompok, ide mana yang memungkinkan untuk diaplikasikan?

  • Masalah apa saja yang perlu peserta didik pecahkan untuk membangun proyek mereka?.

  • Dapatkah peserta didik menggambar sketsa untuk menjelaskan desain mereka?.

  1. Construct (membangun)

    Langkah kegiatan dalam membangun ini meliputi :

  • Bahan/ material apa saja yang kamu perlukan?.

  • Berapa biaya yang diperlukan?/

  • Apa yang dapat peserta didik pelajari dari projek yang dilakukan peserta didik lain?/

  1. Tes Evaluasi, Desain Ulang

  2. Berbagi Solusi

BAB III

PERANCANGAN PRODUK INOVASI PEMBELAJARAN

  1. Spesifikasi Produk

    Produk Inovasi Pembelajaran ini berupa media pembelajaran PA KODIR KE JAWA untuk pelajaran matematika kelas VI materi menghitung satuan kecepatan. Jenis media pembelajaran yang dugunakan yaitu media visual yang tidak diproyeksikan. PA KODIR KE JAWA ini terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti kayu, paku, tali dan papan. PA KODIR KE JAWA ini aman digunakan oleh siswa karena tidak menggunakan bahan-bahan yang berbahaya. Sedangkan pembelajaran berbasis STEM mengajak siswa untuk menyelesaikan sebuah masalah. Pada saat ini, siswa terkadang kurang mengerti tentang apa yang sudah mereka pelajari di sekolah terkait kegunaanya di dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang siswa kerap sekali bertanya tentang mengapa mereka mempelajari materi itu?. Untuk apa belajar matematika materi itu?. Sehingga konsep kebermaknaanya sering guru lupakan dalam setiap proses pembelajaran di sekolah. oleh karena itu pembelajaran berbasis STEM merupakan sebuah jawaban dari permasalahan diatas. Peneliti berusaha membuat sebuah media pembelajaran yang dapat dikolaborasikan dalam pembelajaran berbasis STEM yaitu media PA KODIR KE JAWA. Media yang digunakan oleh peneliti adalah barang bekas dan mudah di dapatkan oleh semua orang. Barang bekas yang digunakan pada pembelajaran ini antara lain.

  1. Kardus.

  2. Botol plastic.

  3. Tusuk sate.

  4. Balon.

  5. Karet gelang.

  6. Selotip.

  7. Lem.

  8. Stopwatch/jam tangan

  9. Sedotan.

  10. Cutter.

  11. Meteran kain.

Sedangkan untuk media PA KODIR KE JAWA bahan yang digunakan dalam pembuatannya adalah papan yang diberi gambar system koordinat kartesius. Adapun cara kerja PA KODIR KE JAWA ini adalah.

  1. Jika mencari “Jarak” atau “Waktu”

  1. Cari titik kordinat kecepatan pada satu jam pertama sebagai penentu kemiringan dan alur jalannya tali

  2. Tarik tali tersebut mulai dari titik nol ke arah titik koordinat kecepatan tadi, teruskan sampai dengan jarak / waktu yang diinginkan

  3. Setelah tali ditarik, temukan titik koordinat kecepatan terakhir, hubungkan titik koordinat tersebut ke angka angka yang ada pada sumbu ukuran waktu (untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan)

  1. Jika mencari “Kecepatan”

  1. Cari titik koordinat yang menghubungkan jarak dan waktu tempuh sebagai penentu kemiringan dan alur talinya tadi.

  2. Tarik tali tersebut mulai dari titik nol menuju titik koordinat tersebut

  3. Setelah tali selesai ditarik, kemudian temukan titik koordinat kecepatan pada satu jam pertama.

Gambar 3.4 Papan Koordinat

  1. Kebutuhan Pengembangan

Karya Inovasi Pembelajaran penggunaan media PA KODIR KE JAWA pada pembelajaran berbasis STEM ini dalam pelaksanaanya dibagi dalam beberapa kelompok peserta didik,. Penerapan pembelajaran dengan media PA KODIR KE JAWA pada pembelajaran berbasis STEM dilakukan pada materi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar dengan materi gaya dan gerak sedangkan untuk matematika dengan materi kecepatan, jarak dan waktu. Kegiatan ini diawali dengan studi lapangan dan studi literatur. Studi lapangan dimaksudkan untuk mengamati berbagai permasalahan yang terjadi di sekolah, secara khusus pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan matematika yang dianggap sebagai pembelajaran transfer of knowledge saja tanpa diimbangi dengan aspek nilai dan keterampilan, selain itu penggunaan metode pembelajaran yang cenderung konvensional oleh guru menjadikan pembelajaran kurang bermakna.

Pembelajaran yang terjadi di lapangan kemudian dikaji dengan teori yang relevan, maka diadakanlah studi literatur. Studi literatur dimaksudkan untuk memperoleh teori-teori yang berkaitan dengan permasalahan. Teori yang relevan dengan permasalahan dapat berupa teori-teori pembelajaran, psikologi perkembangan dan psikologi pendidikan, strategi pembelajaran, kurikulum dan teori-teori yang berkaitan dengan perencanaan, proses dan evaluasi pembelajaran serta teori pembelajaran dalam Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Matematika.

Perencanaan pembelajaran menyangkut materi tentang pembelajaran IPA dan matematika dalam Standar Kompetensi dan Standar Isi, Standar Kelulusan yang dikembangkan dalam silabus pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan matematika di sekolah dasar. Untuk dapat menyusun perangkat pembelajaran itu maka diperlukan buku-buku yang dapat dijadikan sumber dan pedoman dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), media pembelajaran, Lembaran Kerja Siswa (LKS), soal tes, dan angket.

Proses pembelajaran menyangkut prosedur pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan media PA KODIR KE JAWA pada pembelajaran berbasis STEM. Langkah pertama dalam kegiatan ini adalah memberi pretest, diikuti dengan pelaksanaan dan penerapan pembelajaran dan diakhiri dengan posttest atau tahap evaluasi. Pretest ditujukan untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik sebelum mengikuti materi pembelajaran yang dicobakan. Sedangkan untuk posttest ditujukan untuk menggambarkan kemampuan akhir peserta didik setelah mengikuti pembelajaran dengan penerapan media PA KODIR KE JAWA yang dicobakan.

Pelaksanaan pembelajaran secara lengkap dapat dilihat pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat (terlampir). Kegiatan ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan dan analisis. Secara lengkap prosedur kegiatan dapat dilihat pada gambar berikut ini.

  1. Tahap Persiapan

Pada tahap ini dilakukan dua kegiatan yaitu penyusunan perangkat pembelajaran serta pengembangan instrumen kegiatan. Untuk menyusun perangkat pembelajaran maka beberapa hal perlu diperhatikan antara lain, materi pelajaran yang akan dikaji, serta strategi pembelajaran yang akan diterapkan. Oleh karena itu dilakukan studi literatur tentang :

  1. Tujuan pembelajaran dan analisis materi IPA dan matematika tentang gaya, gerak, kecepatan, waktu, dan jarak.

  2. Analisis terhadap media PA KODIR KE JAWA pada pembelajaran berbasis STEM untuk menentukan langkah-langkah pembelajaran.

  3. Analisis keberhasilan persentase kenaikan hasil belajar peserta didik.

Sedangkan pengembangan instrumen meliputi langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Menentukan topik dan subjek kegiatan

  2. Uji coba alat tes

  • PA KODIR KE JAWA

  1. Revisi alat tes

  1. Tahap Pelaksanaan

Tahap ini merupakan tahap pengumpulan data. Pada tahap ini dilakukan implementasi terhadap metode pembelajaran, beberapa kegiatan yang dilakukan pada tahap ini antara lain:

a. Pemberian tes awal (pretest) untuk mengetahui kemampuan peserta didik sebelum mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media PA KODIR KE JAWA pada pembelajaran berbasis STEM.

b. Implementasi media PA KODIR KE JAWA pada pembelajaran berbasis STEM.

c. Pemberian tes akhir untuk melihat peningkatan kemampuan hasil belajar peserta didik setelah mengikuti pembelajaran.

3. Tahap Pengolahan dan Analisis Data

Pada tahap ini peneliti melakukan pengolahan data dengan metode Research and Development menggunakan eksperimen yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Menskor tes awal dan tes akhir data kemampuan peserta didik.

2. Menghitung Gain data kemampuan peserta didik.

BAB IV

PENGEMBANGAN PRODUK INOVASI PEMBELAJARAN

  1. Proses Pengembangan Produk

Kurikulum 2013 yang baru saja diluncurkan tidak akan mengatasi permasalahan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia Indonesia yang berdaya saing global, jika tidak secara sistematik menyiapkan mereka mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dipersyaratkan dunia kerja Abad 21, sebagaimana diwujudkan dalam pendidikan STEM. Untuk mengatasi hal tersebut pendidikan dengan pendekatan STEM bisa menjadi kunci bagi menciptakan generasi penerus bangsa yang mampu bersaing di kancah global. Oleh sebab itu, pendidikan STEM perlu menjadi kerangka rujukan bagi proses pendidikan di Indonesia ke depannya.

Pada satuan tingkat sekolah dasar, peserta didik merupakan anak didik yang perlu untuk diarahkan, dikembangkan dan dijembatani ke arah perkembanganya yang bersifat komplek. Maka dari itu pendidikan di sekolah dasar pada hakekatnya merupakan pendidikan yang lebih mengarahkan dan lebih banyak memotivasi peserta didik untuk belajar. Hal tersebut karena peserta didik sekolah dasar merupakan anak yang unik dan perlu perhatian. Latar belakang keunikan mereka terlihat pada perubahan berbagai aspek baik sikap, gerak dan intelegennya sehingga memepengaruhi perkembangannya. Oleh karena itu sudah seharusnya peserta didik di sekolah dasar harus disiapkan untuk menghadapi abad 21 yang modern ini sehingga mereka nantinya akan dapat menyelesaikan masalah yang terjadi pada kehidupan sehari-hari.

Penggunaan media PA KODIR KE JAWA diharapkan dapat membantu pemahaman anak terhadap pembelajaran berbasis STEM, barang bekas dapat dijumpai oleh banyak orang di lingkungan sekitar, untuk membantu dalam materi IPA tentang gaya dan gerak yaitu membuat mobil bertenaga alternative dari barang bekas, sedangkan PA KODIR KE JAWA digunakan dalam pelajaran matematika pada materi kecepatan, jarak dan waktu.

  1. Penerapan pada Pembelajaran Matematika

Pembelajaran dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 15 April 2018, jam 7.30-9.30 WIB. Pokok bahasan yang dibahas adalah gaya dan kecepatan. Kegiatan pembelajaran dimulai dengan mengecek kehadiran peserta didik dan mengkondisikan peserta didik ke dalam pembelajaran yang kondusif termasuk guru mengadakan apersepsi dengan cara mengaitkan kehidupan peserta didik dalam hal gaya dan kecepatan dengan sub pokok bahasan yang akan dibahas serta menjelaskan tujuan pembelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik. Selanjutnya peserta didik menyimak penjelasan guru tentang langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran berbasis STEM. Berikut diuraikan proses pembelajaran dalam kegiatan inti mengenai langkah-langkah pembelajaran berbasis STEM.

  1. Mengidentifikasi masalah

Pada tahap ini peserta didik mengidentifikasi topik yang akan diinvestigasi, kemudian peserta didik mengamati sumber permasalahan yang telah ditentukan oleh guru yang disajikan melalui media LCD. Kegiatan selanjutnya adalah pembentukan kelompok yang dibimbing oleh guru dengan membatasi jumlah anggota masing-masing kelompok antara 4 sampai 5 orang berdasarkan keterampilan dan keheterogenan. Kelompok yang dibentuk ada 6 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang peserta didik (1 peserta didik bertindak sebagai ketua dan 4 peserta didik lainnya sebagai anggota). Pada pertemuan pertama topik yang ditawarkan untuk diselidiki adalah bagaimana cara menghasilkan membuat kendaraan berbahan bakar alternatif?. Guru memberikan sebuah artikel yang berjudul “BILA MINYAK BUMI HABIS.”

  1. Tahap Bertukar Pikiran (Diskusi)

Pada tahap ini peserta didik bersama-sama dengan bimbingan guru merencanakan tentang (1) mengapa hal tersebut terjadi ? (2) Bagaimana mereka menyikapinya ? (3) Siapa dan melakukan apa ? (4) Untuk tujuan apa mereka menyelidiki topik tersebut ?

Seluruh peserta didik dalam kelompok melaksanakan diskusi kelompok untuk membahas keempat rencana yang disebutkan di atas. Pada pertemuan pertama ini beberapa peserta didik kurang memahami kegiatan seperti apa yang harus mereka lakukan dalam tahap perencanaan sehingga tampak beberapa peserta didik masih belum teratur dalam melaksanakan diskusi kecil dalam kelompok, selain itu kegiatan seperti ini merupakan kegiatan yang pertama bagi mereka laksanakan dalam pembelajaran IPA. Peran guru sebagai fasilitator sangat tampak dalam tahap ini. Guru sangat aktif untuk memberikan penjelasan dan informasi tentang bagaimana yang harus peserta didik lakukan dalam tahap perencanaan ini.

  1. Tahap Desain

Tahap Desain, yaitu tahap peserta didik membuat proyek investigasi dimana peserta didik melakukan kegiatan sebagai berikut: (1) peserta didik mengumpulkan informasi, menganalisis data dan membuat simpulan terkait dengan permasalahan-permasalahan yang diselidiki (bagaimana membuat kecambah yang memiliki kualitas baik dan bagus). Kegiatan mendesain ini meliputi (1) peserta didik menuliskan dan menggambarkan proyek mereka dalam sebuah lembar kerja peserta didik (2) masing-masing anggota kelompok memberikan masukan pada setiap kegiatan kelompok (3) peserta didik saling bertukar, berdiskusi, mengklarifikasi dan mempersatukan ide dan pendapat (4) beberapa hasil penyelidikan peserta didik dituangkan dalam LKS.

Gambar 3.1 Tahap Desain

  1. Tahap Membangun (Construct)

Pada tahap ini kegiatan peserta didik adalah : (1) anggota kelompok menentukan bahan bahan apa saja yang diperlukan (2) anggota kelompok menentukan biaya yang dikeluarkan untuk merencanakan proyek mereka (3) peserta didik dapat belajar dari proyek yang dikerjakan oleh peserta didik yang lainya.

Hampir seluruh peserta didik melaksanakan kegiatan pada tahap membangun dengan baik, hal ini tidak terlepas dari bimbingan guru secara ketat terhadap pelaksanaan kegiatan peserta didik pada setiap tahap. Peserta didik terlibat dalam bertukar pikiran sesama anggota kelompok untuk menentukan pokok-pokok informasi yang diperoleh dari hasil penyelidikan yang akan dipresentasikan di depan kelas. Dari hasil proses membangun ini didapatlah sebuah hasil bahwa dalam mengerjakan proses proyek dari barang bekas yaitu Mobil Bertenaga Alternatif ini peserta didik menuliskan beberapa bahan yang dibutuhkan diantaranya dari barang bekas yaitu botol aqua, karet, sedotan, tutup botol, lem, gunting, meteran kain, balon plastic,penggaris,dan karet gelang.

Gambar 3.2 Tahap construct

  1. Tahap Tes Evaluasi dan Desain Ulang

Tahap tes evaluasi dan desain ulang ini yaitu tahap penyajian laporan akhir. Kegiatan pembelajaran di kelas pada tahap ini adalah sebagai berikut: (1) penyajian kelompok pada keseluruhan kelas dalam berbagai variasi bentuk penyajian (2) pendengar mengevaluasi, mengklarifikasi dan mengajukan pertanyaan atau tanggapan terhadap topik yang disajikan.

Pada tahap ini sebagian besar peserta didik membuat proyek yaitu mobil bertenaga alternatif. Setelah itu peserta didik mengukur kecepatan mobil nya dengan jarak yang diukur oleh meteran kemudian dihitung waktunya.

Gambar 3.3 Tahap Tes Evaluasi

  1. Tahap berbagi solusi

Pada tahap berbagi solusi ini kegiatan guru atau peserta didik dalam pembelajaran sebagai berikut: (1) peserta didik menggabungkan masukan-masukan tentang topiknya, pekerjaan yang telah mereka lakukan, dan tentang pengalaman-pengalaman efektifnya (2) guru dan peserta didik mengkolaborasi, mengevaluasi tentang pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Pada tahap ini guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan kesulitan-kesulitan yang dialami selama mereka melaksanakan proses pembelajaran dari awal hingga akhir. Guru memberikan masukan dan pengarahan untuk pelaksanaan pembelajaran berikutnya.

Setelah proses pembuatan mobil bertenaga alternative, peserta didik kemudian menguji kecepatan mobil yang sudah dibuatnya. Kemudian mobil mainan tersebut di ukur kecepatan, jarak dan waktunya dengan menggunakan bahan meteran kain untuk mengukur jarak, jam tangan atau stopwatch untuk mengukur waktu yang ditempuh oleh mobil mainan tersebut. Secara individual siswa diberikan LKS untuk mengisi soal yang berkaitan dengan kecepatan, jarak dan waktu. Setelah siswa beres mengerjakan LKS, maka guru memberikan papan koordinat untuk memperkuat materi tentang hubungan jarak, kecepatan dan waktu. Siswa secara bergiliran mempraktikan penggunaaan papan koordinat dengan mengerjakan beberapa soal tambahan yang diberikan oleh guru.

Informasi data yang diperoleh selama pembelajaran berlangsung adalah dengan menggunakan test dan pengisian angket. Setelah data diperoleh, langkah selanjutnya adalah menganalisis data, berikut ini akan disajikan data yang diperoleh melalui test hasil belajar dan pengisian angket oleh peserta didik.

  1. Deskripsi Hasil Analisis Ketuntasan Belajar Peserta Didik

  1. Hasil Analisis Tes Awal sebelum Pembelajaran.

    Dari hasil tes sebelum belajar peserta didik diperoleh data dan dianalisis mengenai ketuntasan belajar peserta didik, setelah data tersebut dianalisis diperoleh hasil peserta didik memiliki nilai rata-rata 53,30 dengan ketuntasan belajar individu yang mencapai nilai lebih dari 70 dicapai oleh 13 orang, ini berarti 13 orang telah tuntas belajar secara individu dan untuk belajar secara klasikal diperoleh 33,33 % maka untuk ketuntasan belajar klasikal belum tercapai karena kurang dari 85 % dari jumlah peserta didik. Berikut grafik yang menunjukan hasil pretest.

    Grafik 3.1 Grafik Pretest Hasil Belajar Siswa

  2. Hasil Analisis Hasil Belajar Peserta Didik Setelah Pembelajaran.

    Setelah diberikan pembelajaran media pembelajaran PA KODIR KE JAWA pada pembelajaran berbasis STEM kemudian diadakan tes akhir pembelajaran dan diperoleh data kemudian dianalisis mengenai ketuntasan belajar peserta didik, setelah data tersebut dianalisis diperoleh hasil sebagai berikut : peserta didik yang memperoleh nilai rata-rata 88,72 dengan ketuntasan belajar individu yang mendapat nilai lebih dari 71 dicapai oleh 37 orang, berarti ketuntasan belajar secara individu telah dicapai oleh 37 orang. Dan untuk ketuntasan belajar klasikal diperoleh 87,18 % maka untuk ketuntasan belajar secara klasikal sudah tercapai karena sudah lebih dari 90% dari jumlah peserta didik. Berikut grafik yang menunjukan hasil postest.

    Grafik 3.2 Grafik Postest Hasil Belajar Siswa

BAB V

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dikemukakan, diperoleh kesimpulan yaitu pembelajaran dengan media pembelajaran PA KODIR KE JAWA pada pembelajaran berbasis STEM terbukti secara kompherensif dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hal ini terbukti dari hasil perbandingan antara pretest dan postest terdapat kenaikan rata-rata yang cukup signifikan. Rata-rata nilai mengalami kenaikan sebesar 35,42 atau peningkatan sebesar 53,85%.

  1. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diajukan beberapa rekomendasi sebagai berikut:

        1. Diharapkan kepada guru dalam mengembangkan dan meningkatkan pembelajaran IPA dan matematika dengan menggunakan media pembelajaran PA KODIR KE JAWA pada pembelajaran berbasis STEM sebagai salah satu alternatif metode dan media pembelajaran di sekolah dasar, maka harus memperhatikan: (a) sajian bahan ajar berupa masalah yang dapat menarik minat peserta didik untuk melakukan investigasi, (b) tidak perlu cepat-cepat memberi bantuan pada peserta didik, agar perkembangan intalelektual peserta didik maksimal, (c) intervensi yang diberikan harus minimal dan ketika benar-benar dibutuhkan peserta didik, dan (d) agar intervensi yang dilakukan efektif, perlu mempertimbangkan berbagai alternatif solusi masalah yang berada dalam koridor pengetahuan peserta didik.

        2. Diharapkan guru dalam mengembangkan pembelajaran IPA dan matematika dapat menumbuhkan sikap positif yang terkandung dalam pembelajaran STEM yakni ketergantungan positif di antara peserta didik, tanggung jawab perseorangan, interaksi tatap muka, partisipasi dan komunikasi dan evaluasi proses kelompok.

        3. Diharapkan kepada kepala sekolah untuk selalu memotivasi para guru di sekolah yang ia pimpin untuk menjadikan dan mengembangkan metode-metode pembelajaran inovatif khususnya media pembelajaran PA KODIR KE JAWA pada pembelajaran berbasis STEM sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran di sekolah dasar pada umumnya dan pada mata pelajaran IPA dan Matematika pada khususnya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali